Senin, 22 September 2014

tugas otomotif 16 september 2014



Nama         : Wasita
Kelas         : XII IPA 3
No absensi : 25

Jawaban :
1   . Komponen-komponen kepala silinder
       a.spark plug (busi) : untuk meloncatkan api tegangan tinggi
       b.adjusting shim : penyetel celah katup
       c.valve filter : sebagai pengangkat katup
       d.exaust valve : untuk membuka & menutup saluran buang
       e.valve giuide : untuk penghantar gerakan katup
        f.gasket : sebagai perapat
       g.water jacket : untuk saluran air pendingin
       h.Cilinder block : sebagai ruang bakar / tempat piston bekerja
        i.piston : untuk merubah energi panas menjadi tenaga mekanik
        j.combution chamber : untuk tempat pembakaran
       k.valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup
        l.oil seal : sebagai perapat oli agr tidak masuk ke ruang bakar
      m.intake valve : untuk membuka & menutup saluran masukpemasukan
       n.valve keepers : sebagai pengunci antara katup denagn vegas katup
      To exhaus manifold : di sambung dengan manifold buang
      To intake manifold : di sambung dengan manifold masuk

2   .Prinsip Kerja Kepala silinder
              Dalam mesin pembakaran dalam, kepala silinder berada diatas blok silinder,        sebagai ruang bakar yang juga berfungsi sebagai penutup blok silinder. Agar pada sambungan antara blok dan kepala silinder tidak terjadi kebocoran maka dipakailah gasket/paking. Pada kepala silinder juga terdapat katup masuk dan katup buang, kepala silinder, juga digunakan sebagai tempat water jacket atau saluran campuran air dan coolant, katup, busi, dan injeksi bahan bakar. Mekanisme katup yang ada di kepala silinder memudahkan untuk produksi, perawatan dan perbaikan.
              Dalam bebrapa mesin, khususnya mesin diesel berkapasitas menengah sampai besar yang digunakan untuk industri, marinir, pembangkit listrik, dan alat-alat berat ( truk besar, lokomotif, dan kendaraat berat lain ) menggunakan satu kepala silinder untuk setiap silinder. Desain ini akan mempermurah biaya perbaikan, karena jika salah satu kepala silinder mengalami kerusakan, maka tidak perlu diganti semua.
            Kepala silinder adalah kunci dari kinerja dan efisiensi mesin pembakaran dalam, seperti bentuk  ruang pembakaran, masuk dan buang menentukan besarnya efisiensi volume dan efisiensi rasio kompresi mesin.

3   .Akibat dari katup yang tidak pas dan cara menanganinya
Celah kerenggangan klep yang lebih rapat/kecil daripada ukuran std maka artinya adalah klep lebih awal terbuka dan lebih lambat menutup dari kondisi std. Akibatnya adalah aliran gas segar akan lebih banyak masuk keruang bakar, pastinya konsumsi bbm akan lebih boros. settingan dapat terasa lebih basah. Klep exhaust pun ikut menutup lebih lambat (bila settingan klep ex juga ikut dirapatkan) yang berakibat rasio kompresi akan bocor karena gas akan terbuang kembali saat langkah kompresi karena klep exhaust masih terbuka.Selanjutnya, apa yang terjadi apabila settingan celah kerenggangan klep renggang (lebih besar angkanya)?
Efeknya tentu kebalikan dari settingan rapat yaitu klep akan lebih terlambat membuka dan lebih cepat menutup. Aliran gas segar tentunya akan lebih sedikit. Settingan lean atau kering bisa didapat dengan cara ini. Tetapi resikonya adalah mesin akan lebih cepat panas dan suara lebih berisik. Efek negatifnya apabila settingan terlalu renggang adalah mesin akan tersa tersendat-sendat di putaran atas karena kekurangan pasokan bahan bakar.

Cara menangani : Periksa kerenggangan klep, jika tidak tepat setelan klep terlalu renggang dapat menimbulkan suara menggelitik pada kepala silinder, maka setel ulang kerenggangan klep

4   . bila rantai camshaft/rantai timing kerenganganya tidak pas dan akibatnya suara berisik pada kepala silinder

Cara menangani : Periksa rantai keteng kendor, maka setel ulang rantai keteng, jika rusak segera ganti baru

5   .Penjelasan Mengenai Langkah Piston 2 tak dan 4 tak
Prinsip kerja
Untuk memahami prinsip kerja, perlu dimengerti istilah baku yang berlaku dalam teknik otomotif :
TMA (titik mati atas) atau TDC (top dead centre), posisi piston berada pada titik paling atas dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling jauh dari poros engkol (crankshaft).TMB (titik mati bawah) atau BDC (bottom dead centre), posisi piston berada pada titik paling bawah dalam silinder mesin atau piston berada pada titik paling dekat dengan poros engkol (crankshaft).Ruang bilas yaitu ruangan dibawah piston dimana terdapat poros engkol (crankshaft), sering disebut dengan bak engkol (crankcase) berfungsi gas hasil campuran udara, bahan bakar dan pelumas bisa tercampur lebih merata.Pembilasan (scavenging) yaitu proses pengeluaran gas hasil pembakaran dan proses pemasukan gas untuk pembakaran dalam ruang bakar.

a.   2 tak
Langkah kesatu
Piston bergerak dari TMA ke TMB.
Pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB, maka akan menekan ruang bilas yang berada di bawah piston. Semakin jauh piston meninggalkan TMA menuju TMB, tekanan di ruang bilas semakin meningkat.Pada titik tertentu, piston (ring piston) akan melewati lubang pembuangan gas dan lubang pemasukan gas. Posisi masing-masing lubang tergantung dari desain perancang. Umumnya ring piston akan melewati lubang pembuangan terlebih dahulu.Pada saat ring piston melewati lubang pembuangan, gas di dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.Pada saat ring piston melewati lubang pemasukan, gas yang tertekan dalam ruang bilas akan terpompa masuk dalam ruang bakar sekaligus mendorong gas yang ada dalam ruang bakar keluar melalui lubang pembuangan.Piston terus menekan ruang bilas sampai titik TMB, sekaligus memompa gas dalam ruang bilas masuk ke dalam ruang bakar
Langkah kedua
Piston bergerak dari TMB ke TMA.
Pada saat piston bergerak TMB ke TMA, maka akan menghisap gas hasil percampuran udara, bahan bakar dan pelumas masuk ke dalam ruang bilas. Percampuran ini dilakukan oleh karburator atau sistem injeksi. (Lihat pula:Sistem bahan bakar)Saat melewati lubang pemasukan dan lubang pembuangan, piston akan mengkompresi gas yang terjebak dalam ruang bakar.Piston akan terus mengkompresi gas dalam ruang bakar sampai TMA.Beberapa saat sebelum piston sampai di TMA, busi menyala untuk membakar gas dalam ruang bakar. Waktu nyala busi sebelum piston sampai TMA dengan tujuan agar puncak tekanan dalam ruang bakar akibat pembakaran terjadi saat piston mulai bergerak dari TMA ke TMB karena proses pembakaran sendiri memerlukan waktu dari mulai nyala busi sampai gas terbakar dengan sempurna.

b    .4 tak
Prosesnya adalah ;
Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinderKruk As berputar 180 derajat. Noken As berputar 90 derajat Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder.

Prinsip Kerja :

Langkah hisap
Bertujuan untuk memasukkan kabut udara – bahan bakar ke dalam silinder.  Sebagaimana tenaga mesin diproduksi tergantung dari jumlah bahan-bakar yang terbakar selama proses pembakaran.
Prosesnya adalah ;

    Piston bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) menuju Titik Mati Bawah (TMB).
    Klep inlet terbuka, bahan bakar masuk ke silinder
    Kruk As berputar 180 derajat
    Noken As berputar 90 derajat
    Tekanan negatif piston menghisap kabut udara-bahan bakar masuk ke silinder

Langkah Kompresi
Dimulai saat klep inlet menutup dan piston terdorong ke arah ruang bakar akibat momentum dari kruk as dan flywheel.
Tujuan dari langkah kompresi adalah untuk meningkatkan temperatur sehingga campuran udara-bahan bakar dapat bersenyawa. Rasio kompresi ini juga nantinya berhubungan erat dengan produksi tenaga.
Prosesnya sebagai berikut :

    Piston bergerak kembali dari TMB ke TMA
    Klep In menutup, Klep Ex tetap tertutup
    Bahan Bakar termampatkan ke dalam kubah pembakaran (combustion chamber)
    Sekitar 15 derajat sebelum TMA , busi mulai menyalakan bunga api dan memulai proses pembakaran
    Kruk as mencapai satu rotasi penuh (360 derajat)
    Noken as mencapai 180 derajat


Langkah Tenaga
Dimulai ketika campuran udara/bahan-bakar dinyalakan oleh busi. Dengan cepat campuran yang terbakar ini merambat dan terjadilah ledakan yang tertahan oleh dinding kepala silinder sehingga menimbulkan tendangan balik bertekanan tinggi yang mendorong piston turun ke silinder bore. Gerakan linier dari piston ini dirubah menjadi gerak rotasi oleh kruk as. Enersi rotasi diteruskan sebagai momentum menuju flywheel yang bukan hanya menghasilkan tenaga, counter balance weight pada kruk as membantu piston melakukan siklus berikutnya.
Prosesnya sebagai berikut :

    Ledakan tercipta secara sempurna di ruang bakar
    Piston terlempar dari TMA menuju TMB
    Klep inlet menutup penuh, sedangkan menjelang akhir langkah usaha klep buang mulai sedikit terbuka.
    Terjadi transformasi energi gerak bolak-balik piston menjadi energi rotasi kruk as
    Putaran Kruk As mencapai 540 derajat
    Putaran Noken As 270 derajat

Langkah buang

Menjadi sangat penting untuk menghasilkan operasi kinerja mesin yang lembut dan efisien. Piston bergerak mendorong gas sisa pembakaran keluar dari silinder menuju pipa knalpot. Proses ini harus dilakukan dengan total, dikarenakan sedikit saja terdapat gas sisa pembakaran yang tercampur bersama pemasukkan gas baru akan mereduksi potensial tenaga yang dihasilkan.
Prosesnya adalah :

    Counter balance weight pada kruk as memberikan gaya normal untuk menggerakkan piston dari TMB ke TMA
    Klep Ex terbuka Sempurna, Klep Inlet menutup penuh
    Gas sisa hasil pembakaran didesak keluar oleh piston melalui port exhaust menuju knalpot
    Kruk as melakukan 2 rotasi penuh (720 derajat)
    Noken as menyelesaikan 1 rotasi penuh (360 derajat)


FINISHING PENTING — OVERLAPING
Overlap adalah sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap.
Berfungsi untuk efisiensi kinerja dalam mesin pembakaran dalam. Adanya hambatan dari kinerja mekanis klep dan inersia udara di dalam manifold, maka sangat diperlukan untuk mulai membuka klep masuk sebelum piston mencapai TMA di akhir langkah buang untuk mempersiapkan langkah hisap. Dengan tujuan untuk menyisihkan semua gas sisa pembakaran, klep buang tetap terbuka hingga setelah TMA. Derajat overlaping sangat tergantung dari desain mesin dan seberapa cepat mesin ini ingin bekerja.
manfaat dari proses overlaping :

    Sebagai pembilasan ruang bakar, piston, silinder dari sisa-sisa pembakaran
    Pendinginan suhu di ruang bakar
    Membantu exhasut scavanging (pelepasan gas buang)
    memaksimalkan proses pemasukkan bahan-bakar